SULAWESI UTARA,GATRA NUSANTARA NEWS.COM - Ditengah banyaknya masyarakat menaruh harapan dan kepercayaan kepada beberapa pemuda asal BMR, yang tergabung dalam Aliansi Percepatan Pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya (AP3BMR), melalui aksi demo yang berlangsung di Jakarta, nyatanya melahirkan issue tak sedap soal dugaan mengalirnya dana sebesar Rp 180 juta rupiah, dari oknum cukong asal Manado insial J alias Johan.
Demikian hal itu dibeberkan oleh salah satu aktivis BMR inisial MAL alias Amin, yang dikutip dalam rekaman suara yang diunggah olehnya ke media sosial (Medsos) maupun WhatsApp grub.
Dalam durasi rekaman 4:02 detik tersebut, Amin dengan beraninya membongkar dugaan konspirasi aksi yang awalnya untuk P-BMR, kemudIan berujung pada permintaan uang kepada salah satu oknum cukong asal Manado, tanpa diketahui oleh rekan lainnya.
"Aksi mereka didanai oleh salah satu pengusaha tambang emas asal Manado yang saat ini diketahui terseret kasus hukum yang lagi ditangani oleh Mabes Polri Jakarta,"beber aktivis BMR yang dikenal cukup vokal tersebut.
Dijelaskannya, bahwa pada saat mereka sedang berada di Jakarta, tiba-tiba ia diperintahkan oleh Ketua tim aksi P-BMR inisial PP alias Parindo, untuk segera membuat surat pemberitahuan aksi demo yang rencananya akan digelar di Mabes Polri, terkait dengan mendesak penanganan dugaan kasus Pertambangan Emas Ilegal, milik dari salah satu oknum cukong Manado inisial J alias Johan yang ada di Bolaang Mongondow Selatan, dan kemudain ketika surat itu sudah selesai dibuat, langsung segera diantarkan surat tersebut ke Mabes Polri.
Namun demikian kata Amin, surat pemberitahuan aksi demo ini hanyalah sebuah akal-akalan alias tipu muslihat dari ketua tim aksi tersebut. guna menekan dan meraup keuntungan pribadi tanpa diketahui oleh rekan-rekan yang lain. artinya kuat dugaan surat aksi demo itu diminta dibuat hanya untuk tujuan menakuti agar oknum pengusaha tambang emas ilegal yang saat ini terseret kasus hukum, bisa memberikan uang sebagai akomodasi berdasarkan pengakuan dari salah satu rekan kami inisial CN alias Chan kepada saya saat itu.
"Kabar ini disampaikan langsung oleh rekan kami berinisial CN alias Chan kepada saya bahwa benar oknum cukong mentransfer uang sebesar Rp180 juta rupiah kepada ketua tim aksi inisial PP alias Parindo, dengan maksud meminta agar tidak usah menggelar aksi demo di Mabes Polri Jakarta,"jelasnya.
Seraya menambahkan, bahwa semua itu tipu muslihat ketua tim aksi saat itu untuk meraup pundi-pundi keuntungannya secara pribadi.
Terpisah, menanggapi issue yang dilempar oleh salah satu aktivis BMR inisial MAL alias Amin, Firdaus Mokodompit Mengatakan, jika benar apa yang disampaikan oleh saudara Amin tersebut, maka itu perlu diungkap sehingga tidak menimbulkan fitnah ataupun persepsi buruk ditengah masyarakat BMR.
"Saran saya baiknya kita semua yang tergabung dalam AP3BMR perlu melakukan pertemuan rapat untuk membahas masalah ini. agar issue ini tidak liar, yang bisa berpotensi merugikan perjuangan aksi kami sejak awal baik pada jilid 1 dan II yang sudah dilakukan di Bolaang Mongondow Raya dan berlanjut ke Jakarta."pintah Firdaus Mokodompit.
Senada juga seperti apa yang disampaikan oleh sala satu penggagas AP3BMR.JULKIFLI MANGGOPA untuk menanggapi apa yang disampaikan oleh AMIN LAIYA tersebut. agar marilah kita semua penggagas untuk duduk bersama dan saling keterbukaan agar isu tersebut tidak menjadi bola liar yang dapat menciderai nama baik perjuangan Aliansi AP3BMR ucap JULKIFLI MANGGOPA.
(TM).
