-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BBPOM Aceh dan Densus 88 Perkuat Kewaspadaan terhadap Radikalisme

Selasa, 14 Juli 2026 | Juli 14, 2026 WIB Last Updated 2026-07-14T23:01:12Z
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM) bekerjasama dengan Detasemen khusus (Densus) 88 Mabes Polri.

Oleh: Adi.

Banda Aceh, Gatranusantaranews.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) bekerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat pemahaman dan kewaspadaan terhadap bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), termasuk penyebarannya melalui ruang digital.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula BBPOM Aceh, Selasa (14/7/2026) tersebut diikuti seluruh pegawai BBPOM Aceh, anggota Dharma Wanita Persatuan BBPOM Aceh, serta anggota SAKA POM BBPOM Aceh.

Para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat maupun pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara.

Pelaksana Harian Kepala Satuan Tugas Wilayah Densus 88 Wilayah Aceh, AKBP Wisnoe Goentoro Tjahjono, menjelaskan perkembangan ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di Indonesia.

Menurutnya, keempat fenomena tersebut merupakan rangkaian yang saling berkaitan sehingga memerlukan upaya pencegahan sejak dini melalui penguatan literasi, wawasan kebangsaan, dan penanaman nilai-nilai toleransi.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pola penyebaran paham radikal yang semakin adaptif dengan memanfaatkan media digital, termasuk media sosial dan permainan daring, sebagai sarana propaganda, penyebaran ideologi, hingga perekrutan.

Karena itu, masyarakat, khususnya aparatur pemerintah, diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan ruang digital serta memiliki kemampuan untuk mengenali dan menangkal informasi yang berpotensi mengarah pada paham intoleransi dan radikalisme.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas dan profesional.

“Dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan, Balai Besar POM di Banda Aceh senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat. Oleh karena itu, lingkungan kerja yang aman, kondusif, serta bebas dari pengaruh paham radikal dan terorisme merupakan fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas tersebut,” ujar Riyanto dalam keterangannya. 

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab mengenai berbagai bentuk ancaman intoleransi dan radikalisme di era digital. Pembahasan juga mencakup langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga, masyarakat, dan tempat kerja.

Melalui kegiatan tersebut, BBPOM Aceh berharap seluruh pegawai, keluarga besar BBPOM Aceh, serta generasi muda yang tergabung dalam SAKA POM semakin memahami pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat toleransi.

Penguatan pemahaman tersebut diharapkan turut menciptakan lingkungan kerja dan sosial yang aman, harmonis, serta bebas dari pengaruh intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme sehingga pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan dapat berjalan optimal dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Sumber Berita infopublik.id. 

×
Berita Terbaru Update