-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Sayung Keluhkan Minyakita Bantuan Pangan Diduga Berbau Solar, Produk Dikembalikan ke Balai Desa

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB Last Updated 2026-07-01T09:13:41Z


DEMAK, GATRA NUSANTARA News. com - Sejumlah warga Desa Pilangsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mengeluhkan minyak goreng merek MinyaKita yang diterima melalui program bantuan pangan pemerintah. Warga menduga minyak goreng tersebut berbau menyerupai solar setelah digunakan untuk menggoreng makanan.


Keluhan muncul setelah minyak digunakan untuk memasak. Sebelumnya, warga tidak menaruh curiga dan memanfaatkan minyak tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, setelah makanan dikonsumsi, beberapa warga mengaku merasakan tenggorokan tidak nyaman hingga sakit. Selain itu, aroma dan cita rasa hasil gorengan dinilai berbeda dari biasanya.


Salah seorang warga, Kusrini, yang berjualan gorengan, mengatakan sejumlah pelanggannya mengeluhkan rasa dan aroma gorengan yang tidak lazim. Setelah ditelusuri, ia menduga penyebabnya berasal dari minyak goreng bantuan yang digunakan.


"Berbau solar, rasa gorengannya jadi tidak enak. Pelanggan juga komplain. Akhirnya saya beli minyak yang baru untuk jualan," kata Kusrini.


Menyusul keluhan tersebut, warga yang menerima bantuan berinisiatif mengembalikan minyak goreng ke balai desa pada Senin, 29 Juni 2026. Mereka khawatir minyak tersebut tidak aman apabila tetap dikonsumsi.


Keluhan serupa disampaikan Sri Musriah. Ia mengaku merasakan aroma menyerupai gas pada makanan yang digoreng menggunakan minyak bantuan tersebut.

"Ponakan saya jualan gorengan. Saya makan rasanya seperti ada bau gasnya. Makanya minyak ini saya kembalikan," ujarnya.


Menurut Sri, minyak goreng itu merupakan bagian dari program bantuan pangan yang disalurkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan Bulog melalui Pemerintah Desa Pilangsari. Bantuan diterima warga beberapa hari sebelum munculnya keluhan.


Menanggapi laporan masyarakat, pemerintah desa menghimpun minyak goreng yang dikeluhkan warga untuk dikoordinasikan dengan instansi terkait. Langkah itu dilakukan guna mengetahui penyebab dugaan perubahan kualitas minyak sekaligus memastikan keamanan produk sebelum kembali digunakan masyarakat.


Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Bulog maupun Badan Pangan Nasional mengenai dugaan minyak goreng berbau solar tersebut. 


Warga berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan, memberikan penjelasan, serta mengganti produk apabila terbukti tidak memenuhi standar keamanan pangan.


Kami media GATRA NUSANTARA News.com, masih mencari informasi terkait berita tersebut.


(Redaksi).

×
Berita Terbaru Update