-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kereta Kencana Adipati Demak Dimandikan Sebelum Di gunakan Dalam Prosesi Jamasan

Selasa, 26 Mei 2026 | Mei 26, 2026 WIB Last Updated 2026-05-26T21:51:53Z

 


Demak,GN news.com -  Kereta kencana yang selalu di naiki adipati Demak Bintoro atau Bupati Demak dan Wakil Bupati Demak dalam prosesi penjamasan pusaka Sunan Kali jaga telah di mandikan (di bersihkan). Tradisi tersebut di kenal dengan Guyangan yang merupakan prosesi ritual pembersihan dan penyucian properti budaya. 


Selain itu dalam prosesi guyangan juga di panjatkan doa dan harapan agar seluruh rangkaian Grebeg Besar dapat berjalan lancar dan aman. Turut di bersihkan dalam guyangan selain Kereta Kencana pengantar Bupati dan Wakil Bupati, juga  Kereta Lurah Tamtomo, serta perlengkapan milik Prajurit Patang Puluhan yang akan digunakan pada puncak acara Grebeg Besar, pada hari Rabu 27 Mei 2026.


Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, menyampaikan bahwa ritual Guyangan merupakan bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal yang perlu dijaga keberlangsungannya agar dapat diwariskan kepada generasi muda.


"Kereta Kencana tersebut nantinya akan digunakan oleh Bupati Demak Eisti'anah, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, serta jajaran Forkopimda saat puncak pelaksanaan Grebeg Besar Demak Tahun 2026," kata Endah 


Prosesi Guyangan dilengkapi dengan berbagai uborampe atau perlengkapan ritual tradisional. Seperti bunga tujuh rupa, minyak kasturi atau cendana, ratus atau dupa. Untuk acara selamatan dan doa disediakan pula jajanan pasar, nasi tumpeng, bubur hingga ingkung ayam utuh. 


Selain itu, air yang digunakan untuk memandikan kereta juga berasal dari tujuh sumber mata air pilihan yang telah disucikan. Air tersebut kemudian dicampur dengan kembang tujuh rupa seperti mawar, melati, kantil, dan kenanga sebagai simbol kesucian lahir dan batin.


"Prosesi pembersihan dilakukan menggunakan kain jarik atau kain putih untuk mengusap bagian kereta, roda, hingga ornamen ukiran. Setelah seluruh perlengkapan lengkap dan doa bersama dilaksanakan, Parogo Guyangan kemudian memandikan Kereta Kencana Kyai Bintoro, Kereta Lurah Tamtomo, serta pusaka milik Prajurit Patang Puluhan berupa keris, tombak, pedang, dan gong tabuh," jelasnya.


Ia menambahkan bahwa berbagai perlengkapan yang digunakan dalam prosesi Guyangan merupakan bagian dari tuntunan adat dan tradisi leluhur yang terus dilestarikan, tanpa mengandung unsur menyimpang maupun menduakan Tuhan.


Selain menjadi bentuk pelestarian tradisi, Guyangan juga menjadi wujud rasa syukur atas limpahan rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta doa bersama agar seluruh rangkaian Grebeg Besar Demak dapat berlangsung dengan baik. 


[Red@Adi].

×
Berita Terbaru Update