DEMAK,GN news.co.— Seorang warga mengaku kehilangan sepeda motor jenis Honda PCX saat diparkir di area depan Rumah Sakit Sultan Fatah, Kabupaten Demak. Korban baru menyadari motornya hilang setelah pulang dari perjalanan ke kawasan Dieng, Sabtu.(23/5) malam.
Peristiwa tersebut bermula ketika korban menitipkan motornya pada Sabtu malam sekitar pukul 19.30 WIB sebelum berangkat ke Dieng bersama temannya menggunakan mobil.
“Saya waktu itu berangkat ke Dieng dijemput teman pakai mobil di depan RS Sultan Fatah. Motor saya titip parkir dan karcis masih saya pegang,” ujar korban saat menceritakan kejadian yang dialaminya.
Selama perjalanan, korban mengaku beberapa kali diingatkan temannya agar tidak sampai kehilangan karcis parkir. Namun, saat hendak pulang dari Dieng, karcis tersebut ternyata sudah hilang.
“Teman saya sempat bilang jangan lupa karcisnya karena kita sudah mau pulang. Tapi tanpa sadar karcisnya hilang. Saya pikir kalau hilang biasanya masih bisa ambil motor pakai STNK dan KTP,” katanya.
Korban tiba kembali di lokasi parkir pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Namun saat itu sepeda motor Honda PCX miliknya sudah tidak berada di tempat.
Awalnya korban masih berpikir motornya mungkin dipindahkan petugas parkir. Akan tetapi setelah dicari ke sejumlah sudut area parkir sambil menyalakan alarm kendaraan, motor tersebut tidak ditemukan.
“Saya sempat berpikir positif mungkin dipindah. Tapi rasanya tidak mungkin juga motor dalam keadaan kunci ganda bisa digeser begitu saja,” ungkapnya.
Korban kemudian melapor kepada petugas parkir dan meminta bantuan untuk mencari kendaraan tersebut. Setelah dilakukan pengecekan melalui kamera pengawas atau CCTV, terlihat seseorang membawa motor korban keluar dari area parkir pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB.
“Saya langsung kaget, lemas, campur aduk. Di CCTV terlihat motor dibawa keluar dan pelaku juga membawa karcis,” ujarnya.
Korban mengaku heran karena sepeda motor miliknya menggunakan sistem keyless dan dalam kondisi terkunci ganda. Selain itu, remote kendaraan disebut masih dibawa korban selama perjalanan ke Dieng.
“Anehnya kok bisa dapat remot buat menghidupkan dan membuka motor, padahal remot sama STNK saya bawa ke Dieng,” katanya.
Hingga kini korban berharap pihak terkait dan aparat kepolisian dapat membantu mengungkap kasus tersebut serta menemukan kembali kendaraan miliknya.
