-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Omzet Puluhan Juta, Pengrajin Tempe di Karangawen Tempuh 26 Tahun Tekuni Usaha

Jumat, 29 Mei 2026 | Mei 29, 2026 WIB Last Updated 2026-05-29T22:37:37Z

 



DEMAK,GN news.com Seorang pengrajin tempe asal Karangawek, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, membuktikan usaha makanan tradisional masih bisa meraup omzet puluhan juta rupiah per bulan. Tekun menekuni usaha selama 26 tahun, Muhammad, 48, kini memproduksi ratusan papan tempe setiap malam.


Setiap hari, Muhammad dan 4 karyawannya mulai bekerja pukul 20.00 WIB. Kedelai pilihan direbus, diinokulasi ragi, lalu dibungkus daun waru. Pukul 04.00 dini hari, tempe siap dipanen dan langsung dikirim ke pasar-pasar di Demak, Semarang, hingga Grobogan.


“Harga tempe daun sekarang Rp5.000 per papan ukuran sedang. Kalau malam bagus, produksi bisa 1 kuintal kedelai jadi sekitar 350-400 papan tempe,” ujar Muhammad saat ditemui di dapur produksinya, Sabtu 25/10/2025.


Dengan harga jual Rp5.000 dan modal kedelai, ragi, kayu bakar, serta upah karyawan, Muhammad mengaku masih bisa mengantongi keuntungan bersih Rp300.000 per malam. Dalam sebulan, omzet kotornya menembus Rp60 juta, dengan keuntungan bersih sekitar Rp9 juta.


Kunci bertahan 26 tahun, menurutnya, ada pada kualitas dan kepercayaan pembeli. “Saya tetap pakai daun waru, nggak mau pakai plastik. Pembeli sudah kenal rasanya. Kalau kualitas turun, besok nggak dilangganin lagi,” katanya.


Tempe produksinya dikenal awet 2-3 hari tanpa pengawet. Para pedagang pasar suka karena cepat laku. Bahkan saat harga kedelai naik, Muhammad tetap jaga harga jual demi pelanggan setianya.


Kisah Muhammad jadi bukti UMKM pangan tradisional masih punya ceruk. Dengan ketekunan dan jaga mutu, tempe Rp5.000-an mampu menghidupi satu keluarga dan 4 karyawan selama lebih dari dua dekade di Karangawen.


[Red@Adi].

×
Berita Terbaru Update