DEMAK, GN news.com - Setiap Minggu pagi, Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, berubah menjadi pusat kuliner yang ramai pengunjung. Pasar Minggu Tlogorejo kini jadi destinasi wisata kuliner sekaligus penggerak ekonomi warga sekitar.
Berbagai jenis makanan dijajakan di sepanjang jalan, mulai dari kuliner tradisional seperti nasi jagung, jenang, hingga jajanan modern kekinian. Keragaman menu itu membuat pasar ini menarik minat masyarakat dari desa-desa tetangga, bahkan ada yang datang dari Kabupaten Grobogan.
“Mereka penasaran ingin tahu adanya Pasar Minggu. Banyak yang bilang baru pertama kali ke sini karena dengar dari media sosial,” kata salah satu pengunjung asal Grobogan, Minggu.[7/6].
Ratusan pedagang kaki lima memadati bahu jalan. Daya tarik tersendiri muncul karena lokasi pasar tepat di perlintasan rel kereta api. Suasana “kereta lewat, jualan minggir sebentar” memberi nuansa ala zaman dulu yang disukai pengunjung.
Salah satu pedagang nasi jagung, Bu Siti, mengaku omzetnya naik sejak pasar ini ramai. “Dulu jualan sepi. Sekarang tiap Minggu bisa jual 80-100 bungkus. Lumayan buat nambah ekonomi keluarga,” ujarnya.
Kepala Desa Tlogorejo [tomy].menyebut keberadaan pasar ini memberi dampak positif bagi UMKM lokal. Warga sekitar banyak yang membuka usaha kuliner, parkir, hingga jasa lain. Pemerintah desa bersama karang taruna membantu menata lokasi agar pedagang tetap tertib dan tidak mengganggu lalu lintas.
“Kami ingin Pasar Minggu ini jadi ikon kuliner Karangawen. Tapi tetap dijaga kebersihannya supaya nyaman untuk pengunjung,” kata [tomy].
Pemkab Demak lewat Dinas Pariwisata sebelumnya mendorong pengembangan wisata berbasis komunitas. Pasar Minggu Tlogorejo dinilai cocok sebagai contoh ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari bawah.
Untuk pengunjung, pasar buka mulai pukul 05.30 WIB hingga 10.00 WIB. Parkir kendaraan diarahkan ke depan masjid al. istiqomah. Menjadi pundi pundi uang buat penjaga masjid.
[Red@Adi].
