-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Heboh !!! Pemprov Jateng Hidupkan Kembali Jateng Valley, Klaim Proyek Wisata Terbesar se-Asia Tenggara

Senin, 06 Juli 2026 | Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-06T11:50:48Z

 

Penampakan proyek wisata di semarang
(Redaksi) Adi /ist/.


SEMARANG ,GATRA NUSANTARA NEWS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya menegaskan komitmen melanjutkan pembangunan Jateng Valley di Hutan Wisata Penggaron, Ungaran, Kabupaten Semarang. Kawasan yang digadang sebagai destinasi wisata terbesar di Asia Tenggara itu sempat mangkrak sejak digagas 2012 silam.


Ground breaking proyek ini pertama kali dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi ke-70 Provinsi Jateng pada 15 Agustus 2020. Namun karena kendala birokrasi dan pendanaan, pembangunannya berjalan bertahap dan belum terlihat wujudnya secara menyeluruh. 


Komisaris Utama PT Taman Wisata Jateng, Prijo Handoko Rahardjo, menyebut total investasi yang dibutuhkan mencapai Rp10 triliun. Nilai itu membengkak jauh dari estimasi awal Rp2 triliun karena cakupan wahana yang diperluas. 


“Dengan luas hampir 400 hektare, ini akan menjadi obyek wisata terbesar se-Asia Tenggara. Bahkan kami targetkan masuk lima besar dunia,” kata Prijo. 


Konsep lengkap, bukan sekadar taman bermain

Jateng Valley tidak hanya dirancang sebagai taman hiburan. Dalam masterplan-nya, kawasan seluas 370 hektare itu akan mengintegrasikan resort, hotel, taman bermain, taman edukasi, MICE, outbound, hingga science centre. 


“Intinya tidak hanya menawarkan hiburan, tapi juga edukasi,” ujar Prijo. Pembangunan dilakukan secara multiyears dan bertahap, dimulai dari area inti di Desa Ungaran. 


Gubernur Jateng saat itu, Ganjar Pranowo, membenarkan proyek ini sudah lama tertunda. “Prosesnya butuh waktu cukup lama. Bahkan sejak saya belum jadi gubernur, rencana ini sudah dimulai,” ujarnya. 


Selaras dengan strategi pariwisata baru Pemprov

Kebangkitan Jateng Valley sejalan dengan arah kebijakan Pemprov Jateng saat ini yang mengandalkan aglomerasi dan desa wisata untuk mendongkrak ekonomi. Gubernur Ahmad Luthfi baru-baru ini meninjau Borobudur sebagai pusat aglomerasi yang terhubung ke Kopeng dan Rawa Pening. 


Sekda Jateng Sumarno juga menyatakan pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Borobudur berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Sepanjang 2022-2025, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Jateng naik dari 3,29% menjadi 3,74%, dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 74,4 juta orang pada 2025. 


Pemprov menilai proyek berskala besar seperti Jateng Valley diperlukan untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menciptakan efek ekonomi berantai ke UMKM serta desa-desa sekitar.


“Ke depan kami dorong desa wisata naik kelas jadi destinasi regional hingga internasional. Ini bagian dari strategi penguatan daya saing pariwisata Jawa Tengah,” kata Pemprov dalam rilis terbaru. 


Tantangan ke depan

Meski optimistis, Pemprov masih harus menyelesaikan persoalan pembebasan lahan, infrastruktur akses, dan skema investasi. Konsep awal Jateng Valley juga menekankan pelestarian lingkungan hutan Penggaron dengan tetap mempertahankan fungsi ekowisata. 


Jika berjalan sesuai rencana, Jateng Valley akan menjadi penyeimbang Borobudur sebagai magnet wisata baru di Jawa Tengah bagian tengah. Proyek ini diharapkan mulai beroperasi secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

×
Berita Terbaru Update