
Oleh:Admin GNN.
Wartawan: Damar.
Lumajang,GatranusantaraNews.com – Upaya Pemerintah Desa Tempursari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, dalam menekan risiko komplikasi kehamilan sekaligus memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan kesehatan yang layak terus diperkuat melalui Kelas Ibu Hamil yang digelar pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini tidak hanya membekali calon ibu dengan pengetahuan mengenai kehamilan sehat, tetapi juga memastikan mereka memahami akses terhadap layanan kesehatan serta administrasi jaminan kesehatan sebelum persalinan.
Tenaga Medis, Latifah Sukmawati, mengatakan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola hidup sehat, hingga pengenalan tanda bahaya kehamilan agar proses persalinan berlangsung aman bagi ibu dan bayi.
"Kesehatan ibu selama masa kehamilan sangat menentukan tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin, konsumsi makanan bergizi, dan menjaga kondisi fisik maupun mental menjadi hal yang sangat penting," jelas Latifah Sukmawati Dewi.
Bidan Desa Tempursari, Nur Hamimah, menambahkan bahwa deteksi dini terhadap tanda-tanda bahaya kehamilan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan ibu maupun janin.
Selain edukasi kesehatan, peserta juga mendapatkan informasi mengenai layanan administrasi yang mendukung kemudahan akses pelayanan kesehatan. Mewakili Pemerintah Desa Tempursari, Kholib mengimbau masyarakat memastikan dokumen kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), telah lengkap serta mengecek status kepesertaan BPJS Kesehatan, khususnya Penerima Bantuan Iuran (PBI).
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengecek kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak dini. Bagi warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan, segera lakukan pengecekan agar tidak mengalami kendala saat membutuhkan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Tempursari siap membantu proses administrasi melalui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi ibu hamil yang akan melahirkan namun belum memiliki jaminan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami siap melayani masyarakat dengan penuh hati agar setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan yang layak dan tidak terkendala administrasi," tegasnya.
Salah seorang peserta, Jinani Firdausiyah (25), mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan membantu para ibu hamil lebih memahami cara menjaga kesehatan selama kehamilan hingga menghadapi persalinan.
"Terima kasih kepada Pemerintah Desa Tempursari dan seluruh tenaga kesehatan. Informasi yang kami terima sangat bermanfaat dan membantu kami memahami cara menjaga kehamilan hingga persalinan," ungkapnya.
Melalui Kelas Ibu Hamil ini, Pemerintah Desa Tempursari bersama tenaga kesehatan berharap seluruh ibu hamil semakin siap menjalani masa kehamilan dan persalinan dengan aman, sekaligus memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan dan administrasi. Sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan ibu dan bayi yang sehat serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa.Sumber berita infopublik.id.