NGAWI, GATRA NUSANTARA NEWS.com - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi memberikan edukasi pengelolaan tanaman hutan kepada 125 mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kegiatan praktik lapangan di petak 20A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngladok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Getas, yang merupakan kawasan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UGM, pada Rabu (1/7).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Perhutani KPH Ngawi terhadap pengembangan pendidikan kehutanan dengan memberikan pengalaman belajar secara langsung di lapangan agar mahasiswa memahami praktik pengelolaan hutan secara komprehensif.
Administratur KPH Ngawi melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Getas, Tahan Widodo, mengatakan praktik lapangan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari pengelolaan hutan secara nyata, mulai dari pembangunan tanaman hingga upaya menjaga kelestarian kawasan.
“Pengelolaan hutan lestari harus mampu menjaga keseimbangan antara fungsi produksi dan kelestarian keanekaragaman hayati. Dalam kegiatan ini mahasiswa memperoleh materi mengenai tahapan pembangunan tanaman, kesehatan tanaman, serta pengamanan tanaman. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal saat mereka memasuki dunia kerja dan berkontribusi dalam pengelolaan hutan secara profesional,” ujar Tahan.
Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan pembelajaran mengenai teknik persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian gangguan tanaman, hingga upaya perlindungan hutan sebagai bagian dari penerapan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari.
Dosen pembimbing praktik lapangan dari Fakultas Kehutanan UGM mengapresiasi dukungan Perhutani KPH Ngawi yang telah membuka akses pembelajaran bagi mahasiswa di kawasan hutan.
“Kesempatan belajar langsung di lapangan ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa, sehingga teori yang diperoleh di bangku kuliah dapat dipadukan dengan praktik pengelolaan hutan yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Salah seorang mahasiswa peserta praktik, Dewi, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga yang tidak diperoleh di ruang perkuliahan.
“Melalui praktik ini kami dapat memahami secara langsung proses pengelolaan tanaman hutan. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat ketika nantinya memasuki dunia kerja,” katanya.
Melalui kegiatan edukasi ini, Perhutani KPH Ngawi terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia kehutanan serta mencetak generasi rimbawan yang memiliki kompetensi dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan berkelanjutan.Sumber berita (Kom-PHT/Ngw).
(Red@Pur).
