-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tertunda Setahun, Pengeboran Sumur Gas RBG-7 di Demak Belum Jelas

Senin, 26 Oktober 2026 | Oktober 26, 2026 WIB Last Updated 2026-10-27T00:07:58Z

Foto ilustrasi proyek SKK-MIGAS di Desa Pilangwitan. Kecamatan Kebonagung. Kabupaten Demak. 


Adhi. Agung f. 

Admin. Selasa.27 Oktober 2026. 


Demak ,GATRA NUSANTARA NEWS.COM - Rencana pengeboran Sumur Pengembangan Minyak dan Gas Bumi RBG-7 di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, masih menggantung. Proyek yang dikerjakan SKK Migas bersama TIS Energy itu tertunda lebih dari setahun akibat perubahan titik koordinat dan belum masuk pembahasan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.


Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Ida Nur Sa'adah mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan resmi mengenai perkembangan RBG-7. "Belum masuknya persoalan tersebut ke tingkat provinsi juga membuat perkembangan rencana pengeboran di Demak belum dapat disamakan dengan penanganan kegiatan serupa di Kabupaten Semarang," ujar Ida seperti dikutip dari Joglo Jateng.


Sementara di level kabupaten, pemerintah justru menyatakan dukungan. Bupati Demak Eisti'anah dalam rapat koordinasi di Gedung Grhadika Bina Praja, Kamis, 8 Oktober 2026, menyebut pengembangan hulu migas sejalan dengan ketahanan energi nasional. Rapat itu dihadiri SKK Migas Jabanusa dan Direktur TIS Energy Heri Suryanto.

Foto ilustrasi petani saat gagal panen padi.

Menurut Heri, tahapan awal yang akan dilakukan meliputi penyiapan lokasi di tengah ladang jagung Pilangwetan yang kini sudah dipasang papan Objek Vital Nasional, pembangunan akses jalan, serta mobilisasi rig. Proses pengeboran diperkirakan berlangsung tiga hingga empat bulan.


"Aspek keselamatan, kesehatan, keamanan, integritas, dan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama," kata Heri. Ia menyebut pemantauan akan mencakup kualitas udara, kebisingan, emisi, air limbah, dan air permukaan.

Foto ilustrasi petani melihat sawahnya gersang diduga dampak proyek skk migas?

Namun bagi warga, janji itu belum cukup. Di sekitar lokasi, kekhawatiran utama adalah pencemaran air sumur dangkal dan kerusakan jalan desa akibat truk pengangkut rig. Desa Pilangwetan berada di dataran rendah 9 meter di atas permukaan laut dengan sistem irigasi yang terhubung ke persawahan warga.


Sekretaris Daerah Demak Akhmad Sugiharto berharap proyek memberi manfaat nyata. Ia menekankan pentingnya sinergi Pemkab, SKK Migas, TIS Energy, TNI, dan Polri agar pengeboran aman dan tertib.

Foto ilustrasi Saat petani melihat sawahnya gak bisa produktif. Sedih raut wajah yang menua. 

Hingga kini, jadwal sosialisasi kepada warga Pilangwetan belum diumumkan. Komisi D DPRD Jawa Tengah meminta Kementerian ESDM dan operator segera berkomunikasi langsung dengan warga terdampak agar informasi dampak dan kompensasi lebih transparan.


#skkmigas#desapilangwitan#demak#demak24jam#kementerianEdm#petani#fyp#beritaviral#poldajateng#lahanhijau#alihfungsilahan#minyakbumi#

×
Berita Terbaru Update