-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bantah Lakukan Tebang Liar di Jragung, Mantri /KRPH Jembolo utara Perhutani Angkat Bicara.

Jumat, 02 Oktober 2026 | Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T13:25:04Z

TNI dan Perhutani saat mengecek lokasi Yonif TP 937 yang dinamakan Satria Kalijaga Demak.

Agung. Aldi P.

GN news. 


DEMAK, GATRA NUSANTARA NEWS.COM - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang BKPH Jembolo Utara. Mantri  RPH (Hadi Nasoka).Jragung membantah dugaan penebangan kayu  liar yang dilakukannya. Itu kabar yang tidak benar. Ujarnya.

 


Bantahan itu disampaikan Asisten Perhutani (Hadi N). Jembolo Utara, ini  sebagai hak jawab atas pemberitaan yang beredar di media sosial yang menyebut oknum Perhutani mencuri kayu di wilayah kerjanya sendiri itu tidak benar. Tambahnya.


" saya nyatakan kurang pas atau kurang benar. Perlu saya luruskan kejadian yang sebenarnya agar tidak menjadi fitnah di masyarakat luas, khususnya di Desa Jragung," ujar Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima _GATRA NUSANTARA NEWS.COM_, Kamis (2/10/2026).


Hadi menjelaskan, aktivitas penebangan pohon di Petak 92 dan Petak 91 RPH Jragung tersebut merupakan bagian dari pembukaan lahan untuk program pemerintah pusat, yakni pembangunan markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 937 Satria Kalijaga Demak.


Menurut Hadi, rencana tersebut telah disetujui bersama oleh Pemerintah Desa Jragung dan pihak Perhutani. Dan Kodim Demak 0716. Titik awal pembangunan berada di Petak 91 dan 92 RPH Jragung.

Dok:foto ist.

"Pada Februari 2026, dibangun _masling area_ untuk 632 personel yang mulai mendirikan tenda hunian seluas 2,0 hektare. Saat itu pihak Perhutani bahkan sempat bersurat agar penebangan pohon melalui SOP," kata Hadi.


Ia menegaskan tidak pernah melakukan penebangan di luar prosedur sebagaimana yang dituduhkan.


"Saya nyatakan bahwa saya tidak pernah melakukan seperti apa yang ada di sebuah berita yang belum tentu kebenarannya," ucapnya.


Hadi pun mengimbau masyarakat Desa Jragung untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.


"Saya mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum pasti kebenarannya. Lebih baik tanyakan langsung ke kantor Perhutani, kan ada kantornya. Perhutani di Desa Jragung. Kami terbuka dan akan menjelaskan kepada masyarakat," kata Hadi.


Keterangan.Hadi, dibenarkan oleh Agus Y. Selaku Asper. KBKPH Jembolo Utara. 


"Tidak ada yang namanya pencurian kayu kami selalu tekankan kepada teman-teman yang bekerja di lapangan agar menjaga aset negara salah satunya ya ini (Hutan). Jelas Asper. 

Dok:foto.ist

"Saya menghimbau kepada masyarakat jika melihat anak buah saya melakukan kesalahan atau berbuat yang di luar SOP silahkan masyarakat bisa mengadukan di kantor kami. Jelasnya.


Disisi lain kata masyarakat di Jragung.


Kami mendukung adanya Yon TP 937 kata tokoh masyarakat Desa Jragung. Dengan adanya bapak - bapak TNI di sini masyarakat menjadi senang desa menjadi rame dan masyarakat bisa khususnya ibu - ibu bisa berjualan di sekitar yon tp 937 menambah ekonomi masyarakat. Jelasnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Yon TP 937 maupun Pemerintah Desa Jragung terkait kelanjutan pembangunan markas di kawasan hutan tersebut.

×
Berita Terbaru Update