![]() |
| Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) R.Narendra Jatna menghadiri Konfrensi Jaksa Agung Cina ASEAN ke-16 atau 16th China Asean. |
GN news.
JAKARTA ,GATRA NUSANTARA NEWS.COM — Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) R. Narendra Jatna menghadiri Konferensi Jaksa Agung China-ASEAN ke-16 atau 16th China ASEAN Prosecutors-General Conference (CAPGC) di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, pada 21-22 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, Indonesia mendorong penguatan perlindungan anak di ruang digital dan kerja sama penegakan hukum lintas negara.
Narendra hadir mewakili Jaksa Agung Republik Indonesia sekaligus memimpin delegasi Kejaksaan RI. Konferensi tahun ini mengangkat tema “Protecting Children in the Digital Age: Harmonising Legal Frameworks and International Cooperation”, yang menitikberatkan pada perlindungan anak di era digital, harmonisasi kerangka hukum, dan kerja sama internasional.
Forum tersebut dihadiri Jaksa Agung Tertinggi Republik Rakyat China, Ying Yong, serta para jaksa agung dari sejumlah negara Asia Tenggara.
Dalam pertemuan itu, Narendra menyampaikan komitmen Indonesia untuk melindungi hak anak berdasarkan peraturan perundang-undangan. Perlindungan tersebut mencakup pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang serta pemberian perlindungan khusus bagi anak yang berada dalam situasi rentan.
![]() |
| Dok. |
Menurut Narendra, peran kejaksaan tidak hanya berkaitan dengan penuntutan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan melalui peningkatan literasi digital bagi anak dan orang tua.
“Sebagai lembaga yang berfungsi melakukan penuntutan, Kejaksaan berperan penting dalam memperkuat upaya pencegahan melalui upaya peningkatan literasi digital bagi anak-anak dan orang tua,” kata Narendra.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara kejaksaan, penyidik, dan instansi terkait untuk mengamankan alat bukti elektronik secara cepat. Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk mendukung penegakan hukum yang efektif, terutama dalam penanganan perkara yang melibatkan teknologi digital.
Narendra berharap konferensi ini dapat meningkatkan pemahaman antarlembaga penuntutan mengenai sistem hukum masing-masing negara. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi dasar untuk membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan koordinasi dalam menangani perkara lintas negara.
Kerja sama itu dinilai penting karena penanganan perkara lintas yurisdiksi membutuhkan pertukaran informasi dan koordinasi yang cepat serta tepat.
![]() |
| Dok: |
Dalam rangkaian kegiatan konferensi, para ketua delegasi juga berkesempatan bertemu dengan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda diplomasi dalam forum kerja sama kejaksaan China dan negara-negara ASEAN.
Konferensi Jaksa Agung China-ASEAN ke-16 ditutup dengan penandatanganan deklarasi bersama atau joint declaration oleh seluruh ketua delegasi peserta.
Penandatanganan deklarasi tersebut menandai kesepakatan bersama para delegasi dalam memperkuat kerja sama antarlembaga penuntutan, termasuk menghadapi tantangan perlindungan anak di era digital dan kebutuhan koordinasi hukum lintas negara.
Jakarta, 26 Oktober 2026


